{"id":2642,"date":"2024-12-10T10:38:14","date_gmt":"2024-12-10T03:38:14","guid":{"rendered":"https:\/\/projectkonser.com\/?p=2642"},"modified":"2025-05-30T23:12:34","modified_gmt":"2025-05-30T16:12:34","slug":"diniyah-nurmala-hadirkan-single-terbaru-bone-to-scorn-refleksi-hambanya-terhadap-sang-pencipta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/projectkonser.com\/?p=2642","title":{"rendered":"Diniyah Nurmala Hadirkan Single Terbaru \u201cBone to Scorn\u201d, Refleksi Hambanya Terhadap Sang Pencipta"},"content":{"rendered":"\n<p>Setelah merilis single sebelumnya yang dirilis pada Agustus lalu, Diniyah menutup tahun ini dengan menghadirkan karya terbaru berjudul \u201cBones to Scorn\u201d. Lagu ini menggali tema mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, khususnya dari perspektif seorang hamba yang bergulat dengan imannya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Dalam lagu ini, Diniyah mencoba mengeksplorasi perjalanan spiritual yang penuh konflik perasaan gagal menjalin hubungan vertikal, self-flagellation karena merasa imannya belum cukup kuat, hingga putus asa akibat persepsi yang terbentuk terhadap Tuhan. Namun, pada akhirnya, lagu ini merangkum perjalanan menuju penyerahan diri sepenuhnya dengan kesadaran penuh bahwa manusia tak lebih dari hamba yang tak layak tanpa kasih Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u201cBones to Scorn\u201d adalah upaya Diniyah mencoba memaknai kefasikan seorang manusia sebagai hambanya yang pada akhirnya berserah.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Yang membuat \u201cBones to Scorn\u201d spesial dibandingkan single sebelumnya adalah pendekatan lirik dan musikalitasnya yang lebih intens dan eksperimental. Liriknya diadaptasi sepenuhnya dari tulisan sahabat Diniyah, Bening Nurani, memberikan perspektif baru dalam lagu \u201cBones to Scorn\u201d<br>Musik dalam lagu ini juga menghadirkan elemen baru yang unik, termasuk pembacaan puisi di tengah lagu yang terinspirasi oleh gaya Patti Smith.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Secara penulisan, Diniyah dan Bening mengambil referensi dari lyricism Adrianne Lenker serta puisi Ocean Vuong dalam \u201cOn Earth We&#8217;re Briefly Gorgeous\u201d. Kombinasi ini tentu saja memberikan warna baru untuk Diniyah terhadap single \u201cBones to Scorn\u201d.<br>Dalam pengembangan artistik \u201cBones to Scorn\u201d Diniyah mengajak Ramal, sebagai Creative Director dalam single ini, Ramal menumpahkan aspek &#8220;keseharian&#8221; pada praktik religiusitas Diniyah melalui simbolisme mukena dan latar tempat mushola umum pada artwork \u201cBones to Scorn\u201d yang merupakan upaya Ramal mengkapsulasikan bagaimana sejujurnya menjadi remaja muslim yang masih menjunjung ketaatan di generasi ini.<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u201cBones to Scorn\u201d merupakan single terakhir yang dirilis sebelum peluncuran EP terbaru. \u201cBones to Scorn\u201d juga dirancang untuk dikembangkan lebih lanjut ke dalam bentuk video klip.<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u201cBones to Scorn\u201d sudah dapat didengarkan di berbagai DSP sejak 15 November 2024<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setelah merilis single sebelumnya yang dirilis pada Agustus lalu, Diniyah menutup tahun ini dengan menghadirkan karya terbaru berjudul \u201cBones to Scorn\u201d. Lagu ini menggali tema mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhannya, khususnya dari perspektif seorang hamba yang bergulat dengan imannya. Dalam lagu ini, Diniyah mencoba mengeksplorasi perjalanan spiritual yang penuh konflik perasaan gagal menjalin hubungan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[18,19],"tags":[671,34,23,668,669],"class_list":["post-2642","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-info-band","category-profile-band","tag-diniyah-nurmala","tag-indonesia","tag-projectkonser","tag-rilis","tag-single-terbaru"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2642"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2644,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2642\/revisions\/2644"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}