{"id":3043,"date":"2025-03-09T19:41:08","date_gmt":"2025-03-09T12:41:08","guid":{"rendered":"https:\/\/projectkonser.com\/?p=3043"},"modified":"2025-05-30T23:12:32","modified_gmt":"2025-05-30T16:12:32","slug":"perjalanan-jatuh-dan-putus-cinta-nabila-taqiyyah-di-album-perdana-kekal-yang-sementara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/projectkonser.com\/?p=3043","title":{"rendered":"Perjalanan Jatuh dan Putus Cinta Nabila Taqiyyah di Album Perdana \u201cKekal yang Sementara\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p><strong><em>Jakarta 09 Maret 2025 &#8211; <\/em><\/strong>Penantian yang sudah dinantikan akhirnya datang juga. Nabila Taqiyyah, penyanyi muda berbakat yang telah menelurkan beberapa single kini tengah bersyukur akhirnya merilis debut album bertajuk <em>Kekal Yang Sementara<\/em> di bawah bendera label rekaman Universal Music Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini menjadi album yang telah dinantikannya usai memutuskan diri berkarier di industri musik tanah air. \u201cSebagai penyanyi atau musisi, memiliki album pasti menjadi sesuatu yang sangat diinginkan dalam kariernya, begitu juga aku. Ini menjadi salah satu pencapaian luar biasa buatku,\u201d ujar Nabila tentang album perdananya ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Total ada delapan lagu di album <em>Kekal Yang Sementara<\/em> ini. Dua diantaranya telah dirilis dalam bentuk single sebelumnya, yaitu lagu \u201dKu Ingin Pisah\u201d dan \u201cTerpatah Terluka\u201d. Sementara enam lainnya merupakan lagu baru, \u201cPengagum Rahasia\u201d, \u201cMenikmati Kebohongan\u201d, \u201cSalah Sangka\u201d, \u201cSementara Bukan Selamanya\u201d, \u201cCinta Sia-Sia\u201d, dan \u201cBerjalan Tanpamu\u201d yang menjadi <em>focus track<\/em> di album ini.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/projectkonser.com\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/WhatsApp-Image-2025-03-09-at-18.33.09-683x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3044\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Hal yang menarik, di album <em>Kekal Yang Sementara<\/em> ini, Nabila Taqiyyah tidak hanya bernyanyi saja, namun juga terlibat dalam penulisan lagu di beberapa track, seperti \u201cPengagum Rahasia\u201d, \u201cMenikmati Kebohongan, dan \u201cSementara Bukan Selamanya\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Album <em>Kekal Yang Sementara<\/em> didominasi oleh nuansa <em>pop ballad<\/em> dan secara garis besar bercerita tentang pengalaman pribadi sang penyanyi dalam menghadapi pengalaman jatuh cinta dan putus cinta untuk yang pertama kalinya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAlbum ini menjadi salah satu bentuk validasi untuk perasaan putus cinta yang dihadapi oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja, orang dewasa, hingga orang tua,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Penamaan <em>Kekal Yang Sementara<\/em> memang kontradiktif, tapi secara pemaknaan judul tersebut berusaha menggambarkan bahwa perasaan yang kita miliki terhadap seseorang itu akan kekal sampai kapan pun meskipun kebersamaannya hanya sementara.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, berbicara tentang <em>focus track<\/em> yang telah disebut di atas \u201cBerjalan Tanpamu\u201d, sesuai judulnya, lagu ini becerita tentang perjalanan cinta yang akhirnya tidak bisa disatukan hingga berakhir dengan kesedihan, walaupun hidup harus tetap berjalan, tanpanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Di lagu ini, Nabila Taqiyyah dibantu oleh Caturadi Septembrianto sebagai <em>song writer<\/em> dan dan S\/EEK sebagai produsernya. Aransemennya dibikin begitu minimalis, namun nuansa kesenduan dan kesedihan sangat dirasa. Nada-nada yang disajikan begitu menyanyat hati bila diresapi lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n<p>Kembali ke albumnya, ini menjadi salah satu paket terbaik untuk sebuah album cinta dengan dibungkus nuansa kesedihan namun tetap dengan<em> vibes<\/em> yang positif terhadap isi pesan yang ingin disampaikan di tiap lagunya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nabila Taqiyyah berharap melalui lagu-lagu di album <em>Kekal Yang Sementara<\/em> ini, pendengarnya dapat menyadari bahwa rasa kecewa, sedih, dan marah yang muncul karena putus cinta adalah hal yang wajar dan dilalui oleh semua orang sehingga hidup tidak seharusnya berhenti karena hal itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAda banyak hal-hal positif lain di luar sana yang bisa kita lakukan daripada fokus dengan perasaan putus cinta yang kita alami. Dan, album ini menjadi representasi dari hal tersebut,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Daripada makin penasaran, album ini sudah bisa kalian dengarkan di semua platform layanan musik digital kesukaan kalian. Siapkan tissue saat mendengarnya, mungkin saja kalian akan larut dalam suasananya. Selamat menikmati!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tracklist Nabila Taqiyyah &#8211; Kekal yang Sementara:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Ku Ingin Pisah<\/p>\n\n\n\n<p>2. Terpatah Terluka<\/p>\n\n\n\n<p>3. Pengagum Rahasia<\/p>\n\n\n\n<p>4. Berjalan Tanpamu<\/p>\n\n\n\n<p>5. Menikmati Kebohongan<\/p>\n\n\n\n<p>6. Salah Sangka<\/p>\n\n\n\n<p>7. Sementara Bukan Selamanya<\/p>\n\n\n\n<p>8. Cinta Sia-Sia<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta 09 Maret 2025 &#8211; Penantian yang sudah dinantikan akhirnya datang juga. Nabila Taqiyyah, penyanyi muda berbakat yang telah menelurkan beberapa single kini tengah bersyukur akhirnya merilis debut album bertajuk Kekal Yang Sementara di bawah bendera label rekaman Universal Music Indonesia. Ini menjadi album yang telah dinantikannya usai memutuskan diri berkarier di industri musik tanah&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[21,16],"tags":[34,30,779,23],"class_list":["post-3043","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-music-release","category-review","tag-indonesia","tag-jakarta","tag-nabillataqiyyah","tag-projectkonser"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3043"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3043\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3205,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3043\/revisions\/3205"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}