{"id":3905,"date":"2025-09-19T19:30:50","date_gmt":"2025-09-19T12:30:50","guid":{"rendered":"https:\/\/projectkonser.com\/?p=3905"},"modified":"2025-09-19T19:34:11","modified_gmt":"2025-09-19T12:34:11","slug":"the-cottons-rilis-gundah-lagu-baru-yangberkolaborasi-dengan-aprilia-apsari-dari-grup-whiteshoes-the-couples-company","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/projectkonser.com\/?p=3905","title":{"rendered":"The Cottons Rilis \u201cGundah\u201d, Lagu Baru Yang Berkolaborasi  Dengan Aprilia Apsari Dari Grup WhiteShoes &amp; The Couples Company."},"content":{"rendered":"\n<p>The Cottons kembali dengan sebuah lagu terbarunya, \u201cGundah\u201d yang resmi dirilis pada Jumat, 19 September 2025, melalui kerja sama dengan label rekaman demajors. Perilisan \u201cGundah\u201d berselang lima bulan setelah lagu \u201cLentera\u201d dilepas. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"792\" src=\"https:\/\/projectkonser.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_4781-1024x792.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-3906\" srcset=\"https:\/\/projectkonser.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_4781-1024x792.jpeg 1024w, https:\/\/projectkonser.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_4781-300x232.jpeg 300w, https:\/\/projectkonser.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_4781-768x594.jpeg 768w, https:\/\/projectkonser.com\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/IMG_4781.jpeg 1179w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Unit pop asal Jakarta beranggotakan pasangan suami istri Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede ini menghadirkan \u201cGundah\u201d dengan tema utama yang tidak jauh dari materi-materi sebelumnya, yakni berupa kejadian sehari-hari dalam jarak pandangan mata yang mereka ekspresikan dalam bentuk lagu. Untuk pertama kali di sepanjang diskografi, The Cottons berkolaborasi dengan musisi lain di dalam lagunya. Pada momen ini, mereka menggandeng Aprilia Apsari atau yang kerap disapa Sari, dari grup White Shoes &amp; The Couples Company untuk bernyanyi bersama.<br><br>Ide awal untuk mengajak Sari berangkat saat The Cottons tengah melakukan proses penggarapandari \u201cGundah\u201d, bagaimana Yehezkiel dan Kaneko merasa bahwa keseluruhan lagu sangat cocok untuk dinyanyikan oleh vokalis dari White Shoes &amp; The Couples Company tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u201cDi tengah proses penulisan lagu, kami berdua sepakat kalau lagu ini cocok dengan karakter<br>suara Sari. Akhirnya kami memberanikan diri untuk mengajak Sari berkolaborasi yang kemudian disambut dengan sangat baik oleh beliau,\u201d ujar Kaneko menjelaskan. Sementara bagi Sari sendiri, kolaborasi bersama The Cottons merupakan sebuah pengalaman yang<br>menyenangkan. \u201cSelalu menyenangkan bisa menyanyikan lagu yang ditulis dengan bagus. Lagu-lagu The Cottons selalu akrab melekat dalam keseharian saya dan keluarga di rumah, sebuah kehormatan bisa menyanyikan buah karya The Cottons,\u201d tutur Sari. Tidak hanya melakukan eksplorasi di ranah vokal yang melibatkan kolaborator, The Cottons turut<br>melakukan hal tersebut di departemen musiknya dengan penambahan instrumen flute dan perkusi yang berpadu manis menambah warna dari \u201cGundah\u201d, berjalan selaras dengan karakter musik pop yang selama ini The Cottons usung. Selain keterlibatan Aprilia Apsari sebagai kolaborator, The Cottons turut dibantu oleh musisi- musisi lain dalam m penggarapan \u201cGundah\u201d. Mereka adalah Bagas Wisnu Wardhana (Tarrkam, ZIP, juga bermain bersama The Cottons) yang mengisi drum, Yanuari Murdiansah (juga bermain bersama The Cottons) yang mengisi bas, Harry Winanto (juga bermain bersama WSATCC) yang mengisi flute, serta Rezki Delian (juga bermain bersama The Panturas) yang mengisi perkusi.<br>Nama Fadli \u2018Aat\u2019 juga punya peran penting di balik lagu, bahwa sebenarnya awal mula<br>terwujudnya \u201cGundah\u201d datang dari dirinya.<br>\u201cBisa dibilang, sebenarnya lagu ini ada berkat Fadli \u2018Aat\u2019. Embrio lagu ini datang dari beliau.<br>Selama proses produksi, kami juga cukup aktif brainstorming dengan Aat,\u201d lanjut Yehezkiel.<br>Musisi-musisi tersebut, hadir di lembar terbaru dari buku perjalanan bermusik The Cottons, yakni pertama kalinya menggarap sebuah karya dengan melibatkan banyak kolaborator yang juga merupakan teman-teman bermusiknya. Berbarengan dengan perilisannya, \u201cGundah\u201d turut dihadirkan oleh The Cottons dalam format video musiknya yang dikerjakan oleh Sarekat Kerja dan Mellow Splice. Sarekat Kerja sendiri adalah nama di balik penggarap video musik \u201cHarapan\u201d yang rilis di April lalu. \u201cGundah kami gambarkan melalui medium fotografi analog, dari suara buka tutup rana di studio hingga potret yang perlahan hidup di ruang gelap. Proses ini merefleksikan jiwa lagunya:<br>kerinduan, kerapuhan, dan harapan tipis yang terus menyala. Groove 70-an pun hadir tidak dalam kilau lantai dansa, melainkan dalam perjalanan lensa dan ritme proses seluloid yang penuh lapisan, seperti kenangan yang tumbuh kembali,\u201d sambut Sarekat Kerja dan Mellow Splice.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>The Cottons kembali dengan sebuah lagu terbarunya, \u201cGundah\u201d yang resmi dirilis pada Jumat, 19 September 2025, melalui kerja sama dengan label rekaman demajors. Perilisan \u201cGundah\u201d berselang lima bulan setelah lagu \u201cLentera\u201d dilepas. Unit pop asal Jakarta beranggotakan pasangan suami istri Yehezkiel Tambun dan Kaneko Pardede ini menghadirkan \u201cGundah\u201d dengan tema utama yang tidak jauh dari&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":25,"featured_media":3907,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17,18,21,19],"tags":[34,30,142,23],"class_list":["post-3905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-info-band","category-music-release","category-profile-band","tag-indonesia","tag-jakarta","tag-musik","tag-projectkonser"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3905"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3905\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3909,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3905\/revisions\/3909"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/projectkonser.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}